Delapan tahun. Delapan tahun sejak ia terakhir kali menatap mata Gao Wei, mata yang dulu memancarkan cinta yang begitu DALAM , begitu absolut. Sekarang, mata itu hanya memancarkan tatapan kosong, at…
Angin musim gugur di Kota Terlarang berbisik lirih, membawa serta aroma dupa dan kenangan pahit. Aku, Lin Yue, berdiri di depan paviliun yang dulu menjadi saksi bisu sumpah setia. Sekarang, hanya ha…
Bab 1: Bunga Darah di Istana Terlarang Leng Yue, namanya dulu adalah selarik senja yang lembut, kini hanyalah bisikan di antara reruntuhan Istana Terlarang. Dulu, ia adalah permaisuri yang dicinta…
Aku Menjadi Screenshot Di Galeri Barunya Malam di kota Yanling terasa menusuk tulang, seolah setiap keping salju membawa serta pecahan masa lalu. Di tengah keheningan yang menyesakkan, Li Mei berdi…
Bayangan yang Menjadi Saksi Cinta Kabut tebal menyelimuti Danau Bulan Sabit, sama pekatnya dengan ingatan yang terkubur seratus tahun lamanya. Mei Lan berdiri di tepi danau, merasakan getaran aneh …
Kau Berbohong Tentang Cintamu, Tapi Aku Tetap Percaya Setiap Kali Kau Tersenyum Debu kuno menari dalam cahaya senja yang menyusup melalui jendela rumah teh. Aroma melati dan nostalgia memenuhi uda…
Aku Membakar Istana Itu, Tapi Tak Bisa Membakar Rasa Ini Lantai marmer istana terasa dingin di bawah telapak kakiku. Api menjilat dinding-dinding berukir naga, menari dengan liar seperti dendamku. …