Drama Baru! Kau Menulis Puisi Untukku, Tapi Setiap Baitnya Adalah Jebakan

## Kau Menulis Puisi Untukku, Tapi Setiap Baitnya Adalah Jebakan Langit senja hari itu, *lagi-lagi*, menolak untuk merah. Hanya abu-abu yang menggantung, seperti status "sedang mengetik..." yang tak pernah terkirim. Di bawahnya, aku – Aiko, penerjemah mimpi di era distopia digital – menyesap kopi sintetis yang rasanya seperti algoritma gagal. Dia datang, seperti notifikasi tengah malam yang berdering di tengah keheningan. Bukan sosok nyata, tentu saja. Hanya _hologram_ buram bernama Ren, seorang pujangga dari masa lalu yang hilang. Dia mengirimiku puisi. Setiap baitnya... indah, melankolis, dan **MENJEBAK!** "Bait pertama, tentang rembulan yang mengkhianati malam," muncul di layar kaca apartemenku. Kata-kata Ren melayang-layang, membentuk simbol-simbol aneh. "Adalah jebakan untuk mengingat aroma lavender yang tak pernah kau kecap." Aku mengernyit. Aroma lavender? Aku hanya mencium bau ozon dan besi berkarat. Lalu, bait kedua tentang "sungai yang mengalir ke balik waktu," membawa kenangan tentang kakek yang hilang di sungai virtual, _dihapus_ dari memori kolektif. Setiap puisi adalah kepingan puzzle yang seharusnya menyatukan kami, tapi malah membawaku ke labirin ingatan yang dipalsukan. Ren hidup di era di mana cinta diukir di kulit pohon, bukan di server awan. Aku, terjebak di masa depan di mana keaslian adalah kemewahan langka. Kami berkomunikasi lewat glitch di matriks, lewat celah di antara dimensi waktu. Cinta kami? Romansa absurd yang bersemi di antara sinyal yang hilang dan _emoji_ patah hati. Suatu malam, Ren mengirim bait terakhir: "Bintang jatuh bukanlah berkah, Aiko. Melainkan... **PERINGATAN!**" Detik berikutnya, aku melihat bayanganku di layar. Bayangan itu... bukan aku. Bayangan itu Ren. Kemudian, aku menyadari. Kami bukan dua individu terpisah. Kami adalah satu jiwa, terpecah dan tersebar di sepanjang garis waktu. Puisi-puisinya adalah _memori yang tercecer_ dari kehidupan yang tak pernah benar-benar selesai. Kami adalah gema. Gema dari cinta yang tak pernah sempat diucapkan dengan utuh. Layar berkedip, menampilkan pesan error: "KERNEL PANIC. DATA CORRUPTED. REBOOTING..." Suara Ren, lirih, nyaris tak terdengar, "Aiko... ingatlah..."
You Might Also Like: Printable 2024 Chicago Cubs Schedule

Post a Comment